Sabtu , 31 Januari 2026

Kesalahan yang Sering Dilakukan Brand di Media Sosial

Di era internet saat ini, merek harus memanfaatkan media sosial sebagai strategi marketing dan branding. Namun, jelas harus dilakukan dengan benar saat membuat konten dan berbicara dengan audiens.

Sayangnya, banyak admin media sosial perusahaan yang gagal memahami strategi komunikasi yang efektif dan membangun hubungan dengan audiens. Ada beberapa kesalahan yang harus dihindari saat mengelola media sosial karena dapat merusak reputasi merek.

Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, berikut adalah daftar kesalahan yang sering dilakukan oleh merek di media sosial.

  1. Mengikuti Tren yang Salah: Tim marketing biasanya menggunakan tren yang diikuti oleh netizen untuk mendapatkan perhatian audiens. Namun, tidak semua tren dapat digunakan sebagai konten. Tim marketing bisnis seringkali memanfaatkan tren yang salah untuk mendapatkan konten yang tepat.
    Tidak adanya penelitian yang dilakukan sebelum penerapan tren menyebabkan pemanfaatannya yang salah. Terakhir, bahan yang diunggah justru menjadi subjek hujatan netizen. Kesalahan seperti ini juga dapat mempengaruhi reputasi perusahaan di masa depan.Sangat disarankan untuk menyelidiki sejarah munculnya tren sebelum menggunakan tren tertentu dalam konten media sosial. Pastikan tren populer tidak menyinggung suku, ras, atau agama mana pun.
  2. Adu Argumen Untuk Menanggapi Komentar Negatif: Kita mungkin ingin meluruskan atau menanggapi komentar negatif. Meskipun demikian, hal ini perlu dilakukan dengan sangat hati-hati. Jangan pernah menanggapi kritik negatif dari audiens dengan emosional karena ini dapat menyebabkan perselisihan dengan mereka. Ada kemungkinan reputasi perusahaan Anda akan dirusak oleh adu argumen ini. Sangat menguntungkan bagi perusahaan untuk menetapkan standar operasional (SOP) khusus untuk menangani kritik negatif dari tim yang bertanggung jawab untuk mengelola media sosial.
  3. Menulis Unggahan dari Sudut Pandang Pribadi: Orang-orang di seluruh dunia seringkali memiliki perspektif yang berbeda. Bahkan, ada beberapa masalah yang berkaitan dengan merek yang dapat memengaruhi reputasi perusahaan. Pertama, klarifikasi atau pernyataan sikap dibuat dan kemudian diunggah dalam media sosial. Jika melakukan hal tersebut, tim pemasaran tidak boleh menulis pernyataan sikap dari sudut pandang pribadi; sebaliknya, mereka harus menulis sesuai dengan visi dan komitmen bisnis. Namun, ini tidak berarti tim pemasaran tidak dapat memberikan pendapat dari sudut pandang mereka; mereka tetap dapat memberikan masukan, supaya pernyataan sikap tetap dapat menjaga reputasi bisnis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *